Jumat, 22 April 2016

Fenomena Terorisme Bom Sarinah Jakarta

Serangan Jakarta 2016 merupakan serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza SarinahJalan MH ThamrinJakarta PusatDKI JakartaIndonesia pada tanggal 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini. Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan, dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan.

Walaupun Indonesia jauh dari Timur Tengah, namun negara ini sudah sering mengalami serangkaian aksi terorisme yang menewaskan lebih dari seratusan orang.
Serangan di Sarinah merupakan serangan pertama setelah Bom Jakarta 2009 yang menewaskan 9 orang termasuk dua pelaku yang merupakan anggota Jemaah Islamiyah. Jemaah Islamiyah sendiri merupakan organisasi terorisme di bawah al-Qaeda yang bertujuan menyatukan Indonesia, Malaysia, dan wilayah selatan Filipina ke dalam sebuah negara Islam.
Sejak kasus Bom Bali I pada tahun 2002, Indonesia mulai melangkah lebih maju untuk memberantas aksi terorisme Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme. Sebuah badan yang khusus memberantas aksi terorisme dibentuk pada tahun 2010 dengan nama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, kepolisian menerima informasi pada bulan November 2015 bahwa Negara Islam Irak dan Syam memberi sinyal akan menyerang Indonesia. Hal ini dikuatkan oleh laporan dari Institute for Policy Analysis of Conflict, lembaga kajian konflik di Indonesia asal Jakarta, bahwa sedikitnya ada 50 Warga Negara Indonesia yang pergi secara diam-diam keSuriah untuk bergabung dengan organisasi NIIS.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah sejak satu atau dua bulan yang lalu sudah menemukan informasi mengenai potensi serangan teror di kawasan Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut berdekatan dengan lokasi ledakan bom Sarinah di persimpangan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Ryamizard mengatakan, Badan Intelijen Negara juga sudah memberikan laporan soal potensi serangan tersebut. Ia mengakui pelaku penyerangan memanfaatkan kelemahan aparat.

Serangan dimulai pada 14 Januari 2016 pukul 10.40 WIB, ketika serangkaian ledakan mengguncang persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat. Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, pelaku serangan yang tidak diketahui jumlahnya ini membawa granat dan senjata api. Menurut laporan sejumlah media, terdapat 7 orang yang menjadi pelaku serangan.
Serangan dimulai ketika sebuah ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala, di depan gerai Starbucks persimpangan Sarinah pada pukul 10.40 WIB. Tiga ledakan berikutnya terjadi di sebuah pos polisi tepat di persimpangan Sarinah, menewaskan satu warga sipil. Sementara dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks, menewaskan satu warga sipil lainnya. Setelah ledakan tersebut, beberapa laporan menyebutkan bahwa terjadi tiga ledakan di daerah lain, yakni Cikini, Slipi, dan Kuningan, namun laporan tersebut ditemukan sebagai pemberitaan palsu.
Setelah ledakan-ledakan tersebut, polisi mencoba menyergap beberapa pelaku serangan. Suara tembakan antara pelaku dan polisi terdengar dari dalam Menara Cakrawala.Dilaporkan, polisi menembak mati tiga pelaku serangan, dan dua pelaku ditangkap, sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam melakukan ledakan bunuh diri.
Anggota kepolisian turut menjadi korban penembakan pelaku. Seorang wartawan foto berhasil memfoto saat 2 orang pelaku serangan muncul dari keramaian dan mulai menembaki beberapa anggota kepolisian dari jarak yang sangat dekat.

Akibat terjadinya serangan di persimpangan Sarinah, Starbucks menutup seluruh gerainya yang berada di Jakarta. Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerikasempat anjlok akibat peristiwa ini. Pengamanan kawasan vital di seluruh Jakarta ditingkatkan setelah peristiwa ini, seperti Gedung DPR/MPR dan gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Pengamanan di provinsi lain di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali, turut ditingkatkan.

Dalam pemberitaan awal, polisi menyebutkan bahwa hanya tujuh korban jiwa dalam serangan tersebut, di mana lima orang di antaranya merupakan pelaku serangan dan dua orang lainnya merupakan korban penembakan dan ledakan, namun kemudian bertambah dengan meninggalnya Rais, salah satu petugas keamanan gedung yang terkena tembakan. Kemudian salah satu korban dinyatakan bukan sebagai pelaku, sehingga terdapat empat pelaku tewas dan tiga korban warga Indonesia, dan satu korban warga negara asing.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_Jakarta_2016

Minggu, 15 November 2015

TUGAS SOFTSKILL
PRILAKU KONSUMEN




Nama Kelompok :       Febi Dwi Jayanti                      (13213386)
            Lia Paramita                             (14213973)
Muhammad Mardenny           (15213744)
Pandu Pranajaya                       (16213815)
Ricardo Pratama                       (17213589)
Rista Triana Putri                      (17213824)
Kelas                     :     3EA13





BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia melalui subsektor perkebunan. Subsektor perkebunan tercatat memiliki pertumbuhan yang pesat, baik luasan areal maupun produksi dan berkontribusi besar terhadap meningkatnya pendapatan negara dan angkatan kerja. Indonesia memiliki komoditas perkebunan unggulan yang salah satunya adalah kopi (Kementrian BUMN, 2012).
Menteri perindustrian Mohamad S Hidayat dalam Seminar dan Pameran Kopi Nusantara 2013 menyebutkan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam. Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6 % dari produksi kopi dunia pada tahun 2012. Pada tahun 2013, menurut Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), angka sementara konsumsi kopi domestik diperkirakan mencapai 1 kilogram/kapita/tahun dan dengan angka estimasi menunjukkan kecenderungan peningkatan pada tiga tahun berikutnya seperti yang tersaji dalam Tabel 1. Salah satu jenis kopi instan yaitu white coffee instan sedang menjadi trend di masyarakat sejak awal Desember 2010. Biji kopi jenis ini telah melalui proses pembekuan hingga -400C sehingga kandungan asam gastricnya berkurang sampai 80%, sementara kandungan kafeinnya tetap utuh sehingga produk ini aman bagi lambung dan jantung.
 Salah satu tempat untuk melakukan pembelian produk white coffee instan yaitu pasar swalayan. Perkembangan swalayan di Kota Surakarta saat ini semakin pesat dengan berbagai fasilitas yang disediakan sehingga menyebabkan terjadinya persaingan antar produsen dalam merebut konsumen.
Penelitian ini menggunakan Luwak White Koffie sebagai objek penelitian karena Luwak White Koffie yang diproduksi oleh PT. Javaprima Abadi ini muncul sebagai produk white coffee instan yang pertama kali dan berhasil meraih TOP Brand Award 2014 dengan nilai Top Brand Index sebesar 74,4% pada kategori white coffee mengungguli produk pesaingnya. Fakta tersebut tidak lantas membuat Luwak White Koffie akan selalu aman menempati posisi puncak untuk tahun berikutnya.
 Oleh karena itu, kondisi ini menjadi daya tarik dan pertimbangan untuk melakukan penelitian terhadap faktorfaktor marketing mix dan variabel yang dominan yang selama ini menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk Luwak White Koffie khususnya di pasar swalayan Kota Surakarta. Selain itu melalui perceptual map, dapat diketahui posisi persaingan produk Luwak White Koffie dibandingkan dengan merek white coffee instan yang lain. Hal ini bermanfaat bagi produsen sebagai bahan pertimbangan yang nantinya dapat digunakan untuk menyusun strategi pemasaran produk yang lebih baik sehingga mampu mempertahankan posisi Luwak White Koffie agar tetap unggul di pasaran.


1.      Pengujian Kuesioner
Kuesioner dibagikan kepada 30 responden sebagai sampelnya. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Suatu indikator dalam sebuah instrumen dapat dikatakan valid apabila hasil r hitung > r tabel. Dari pengujian yang dilakukan terhadap semua indikator diperoleh hasil r hitung dari setiap indikator memiliki nilai yang lebih besar dari r tabel, sehingga kesimpulannya adalah seluruh indikator yang ada di dalam kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk pengolahan data selanjutnya.
Reliabilitas menunjukkan tingkat keandalan suatu data, bukan semata-mata instrumen yang digunakan. Sehingga apabila suatu instrumen dikatakan reliabel, maka akan menghasilkan datayang dapat dipercaya. Apabila datanya benar-benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kalipun diambil hasilnya tetap akan sama. Alat yang digunakan untuk menguji reliabilitas adalah Cronbach’s Alpha. Suatu atribut dalam sebuah instrumen dapat dikatakan reliabel apabila nilai α > 0,60. Dari pengujian yang dilakukan terhadap semua indikator pada evaluasi kepentingan atribut (ei) dan tingkat kepercayaan atribut (bi), diperoleh nilai α > 0,60 untuk setiap atribut yang digunakan, sehingga dapat dinyatakan bahwa atribut-atribut yang ada dalam kuesioner yang digunakan dapat dipercaya.
2.      Pengumpulan Data
Hasil rekap pengisian kuesioner mengenai identitas responden yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pekerjaan responden.

Keterangan
Jumlah (Orang)
Usia
15 - 20 Tahun
10
21 - 25 Tahun
15
26 - 30 Tahun
18
> 30 Tahun
5
Jenis Kelamin
Laki-laki
15
Perempuan
8
Jenis Pekerjaan
Pelajar/Mahasiswa
10
Pegawai Negeri
7
Pegawai Swasta
6
Ibu Rumah Tangga
4
Lainnya
3
Preferensi Produk
Luak White Coffe
15
Tora Bika Susus
11
Alasan Mengkonsumsi Produk
Kebiasaan
7
Pengaruh Iklan
8
Lebih Nikmat Dari Minuman Lain
6
Sensasi Soda Menyegarkan
2
Tidak Memakai Zat Pewarna
3
Lainnya
1
Biaya Konsumsi Minum kopi Per Bulan
< Rp 5.000
7
Rp. 5.000 - Rp 17.000
11
Rp. 17.000 - Rp 29.000
2
Rp. 29.000 - Rp 41.000
4
Rp. 41.000 - Rp 53.000
1
> Rp 53.000
0
Tempat Memperoleh Produk
Supermarket
14
Warung/Toko Kecil
11
Cafe
3
Lainnnya
6
Faktor Pertimbangan Saat Membeli Produk
Harga
9
Merek
11
Ketersediaan produk
5
Iklan
6
Kemasan
3
Jaminan
2

Dari hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa produk yang lebih menarik minat pelanggan adalah Luak White Coffe



KUESIONER
            Kami mohon bantuan Bapak/Ibu/Kakak/Adik untuk mengisi beberapa pertanyaan yang ada di bawah ini.
            Pertanyaan dari kami hanya ingin mengetahui perilaku konsumen minuman kopi. Kuesioner ini kami keluarkan sebagai bahan untuk melakukan penelitian. Kami mohon bantuannya untuk dapat mengisi kuesioner ini dengan sejujur-jujurnya dan selengkap-lengkapnya.
Isilah kuesioner berikut dengan melingkari jawaban yang anda pilih
Terima Kasih
1.      Jenis kelamin
a.       Laki-laki                b. Perempuan

2.      Usia
a.       15 – 20 tahun        c. 26 - 30 tahun          
b.      21 – 25 tahun        d. > 30 tahun

3.      Jenis pekerjaan
a.       Pelajar/Maahasiswa           d. Ibu Rumah Tangga
b.      Pegawai Negeri                 e. Lainnya......................
c.       Pegawai Swasta

4.      Apakah anda pernah mengkonsumsi kopi ?
a.       Ya             b. Tidak

5.      Apa alasan anda mengkonsumsi kopi ?
a. Kebiasaan                                     d. Agar tidak mengantuk
b. Pengaruh Iklan                             e. Teman nongkrong
c. Lebih Nikmat Dari Minuman Lain    f.  Lainnya ...................................

6.      Diantara 2 produk dibawah ini, manakah yang lebih Anda minati ?
a. Luak White Coffe               B. Tora Bika Susu      

7.      Faktor apa yang membuat anda lebih memilih produk tersebut ?
a. Harga                                   d. Iklan
b. Merek                                  e. Kemasan
c. Ketersediaan produk           f. Jaminan              

8.      Dimana anda memperoleh produk tersebut ?
a. Mini Market                        c. Cafe
b. Warung/Toko Kecil             d. Lainnya ................................

9.      Berapa biaya yang anda keluarkan untuk membeli  minuman ringan berkarbonasi jenis cola per bulan ?
a. < Rp 5.000                          d. Rp. 29.000 - Rp 41.000
b. Rp. 5.000 - Rp 17.000        e. Rp. 41.000 - Rp 53.000
c. Rp. 17.000 - Rp 29.000       f. > Rp 53.000